LDNUJogja– Pandangan kita terhadap agama sangat menentukan sikap keberagamaan dan pergaulan kita. Istilah Agama berasal dari bahasa Sansekerta yang dalam bahasa Indonesia berarti kepercayaan kepada Tuhan dengan kebaktian dan kewajiban-kewajiban yang bertalian dengannya.
Al-Jurjani dalam kitab at-Ta’rifat menyebutkan bahwa diin, millah dan madzhab satu makna, hanya berbeda dilihat dari sudut pandang. Dari sudut pandang aturan yang ditaati, disebut diin, dan sebagai sesuatu yang menyatukan disebut millah, sementara dari sudut sebagai rujukan disebut madzhab. Diin (agama) adalah jalan menuju keridhaan Allah SWT. Jalan menuju keridhaan Allah, ada yang lurus dan benar, ada yang berkelok-kelok dan menyesatkan. Dan menurut keyakinan kita, jalan yang lurus itu adala Islam. Dalam firman Allah QS. Ali Imran ayat 19 menyebutkan: “Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam”. Di dalam ayat yang lain QS. Ali Imran ayat 85 Allah berfirman: “Siapa yang mencari agama selain Islam, sekali-kali (agamanya) tidak akan diterima darinya dan di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi”. Ayat-ayat ini adalah pengakuan Allah atas kebenaran agama Islam, sehingga kita sebagai pemeluknya tidak boleh ragu dengan kebenarannya.
Namun, seringkali kita mendengar berita, si A, si B yang dianggap tokoh agama berbuat sesuatu yang justru melanggar agama itu sendiri, baik pada wilayah syariat maupunakhlaknya. Bukan agamanya yang tidak benar, tapi manusianya yang salah. Oleh karena itu, kita perlu mengingat kembali sabda Nabi Muhammad saw yang mengatakan agama adalah nasehat. Dalam hadits riwayat Abu Ruqayah ra, Nabi Muhammad saw bersabda: “Agama adalah nasehat, kami (sahabat) berkata: kepada siapa? Beliau bersabda: kepada Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya dan kepada pemimpin kaum muslimin dan rakyatnya (HR. Muslim)
Agama adalah nasehat kepada Allah, maksudnya adalah beriman kepada Allah dan tidak mensekutukannya. Dalam beribadah kepada Allah kita harus ikhlas dalam menjalankan ketaatan dan menjauhi larangannya. Dalam sebuah hadits, ketika Nabi Muhammad sawditanya oleh Sufyan ibn Abdullah ra; “ya Rasulallah, katakan kepadaku tentang Islam yang dengan perkataan itu aku tidak bertanya lagi kepadamu. Rasullah berkata: “berimanlah kepada Allah kemudian istiqamahlah”. (HR. Muslim)
Agama adalah nasehat kepada Kitabnya, maknanya kita mengimani al-Qur’an, mengamalkan dan memuliakan al-Qur’an. Kita harus menyadari bahwa al-Qur’an adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad saw yang diwariskan kepada umatnya. Mukjizat yang hidup sepanjang massa sampai hari akhir tiba.
Agama adalah nasehat bagi Rasulnya, maknanya adalah kita mengimanai kenabian Nabi Muhammad saw dan membenarkannya, taat apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dilarang, menghidupkan sunah-sunahnya, menciantai ahlul baitnya dan berakhlak sebagaimana dicontohkan Nabi Muhammad saw.
Agama adalah nasehat bagi pemimpin muslimin, artinya adalah kita harus saling membantu dalam kebenaran, mengingatkan atas kekhilafannya dan mendoakan untuk kemaslahatannya. Dan agama adalah nasehat bagi rakyatnya, artinya kepada kaum muslimin agar saling amar ma’ruf nahi munkar, saling menunjukkan dalam kebaikan agama dan dunianya, saling menciantai dan tidak saling menyakiti antar sesama. Allahu amin.



